3 Film Korea yang Berhasil Masuk Box Office dan Wajib Untuk Ditonton

1. Train to Busan (2016)

Image Source: Next Entertainment World

Film Train to Busan yang bercerita tentang Zombie yang menyerang Koea Selatan ini, berhasil menjadi film dengan pendapatan terbesar di Box Office Korea sepanjang tahun 2016. Zombie yang ditampilkan dalam film ini, mirip seperti zombie di film World War Z. Film yang disutradarai oleh Yeon Sang Ho dan dibintangi oleh Gong Yoo, Jung Yu Mi dan Ma Dong Seok ini tayang Perdana di Festival Film Cannes 206 pada tanggal 13 Mei 2016. Pada 7 Agustus2016, film tersebut pencetak rekor sebagai film Korea pertama pada 2016 yang memecahkan rekor lebih dari 10 juta penonton.

2. Ode to My Father (2014)

Image Source: CJ Entertainment

Film Korea Selatan ini diproduksi pada tahun 2014 yang bergenre drama dan disutradarai oleh Yoon Je Kyoon serta dibintangi oleh Hwang Jung-min dan Yunjin Kim. Film berdurasi 123 menit yang mengusung genre drama ini memotret sejarah Korea modern dari tahun 1950-an hingga hari ini melalui kehidupan seorang biasa. Orang itu, Deok Soo, telah mengalami berbagai peristiwa seperti Evakuasi Hungnam di tahun 1950 saat Perang Korea meletus, pergi ke Jerman sebagai penambang sesuai keputusan pemerintah Korea, hingga Perang Vietnam. Deok Soo menikah dengan seorang perawat dan mereka memulai kehidupan sederhana. Kisah tentang Deok soo dan keluarganya ini akan terus berlanjut melewati berbagai peristiwa besar dalam sejarah Korea hingga di akhir film Deok Soo digambarkan sebagai seorang pria tua. Saat ini Ode to My Father menempati peringkat kedua tertinggi, film sejarah terlaris di bioskop Korea.

3. Miracle in Cell No. 7 (2013)

Image Source: Next Entertainment World

Film Korea Selatan yang dirilis pada tahun 2013 ini, disutradarai oleh Lee Hwan Kyung serta dibintangi Ryu Seung-ryong, Kal So-won dan Park Shin-hye. Film ini adalah sebuah komedi mengharukan dan melodrama keluarga tentang seorang pria yang mengalami gangguan mental yang secara tidak sah dipenjara karena pembunuhan yang membangun persahabatan dengan penjahat kasar di selnya, dan mereka membantu dia melihat putrinya lagi dengan melanggar aturan. Pria itu, Lee Yong-go, dijatuhi hukuman mati dan dikirim ke sel nomor tujuh, sebuah sel paling keras dengan keamanan tingkat tinggi. Meski awalnya tak mudah, Yong-go berhasil mengundang simpati para narapidana lainnya di sel itu. Lambat laun, mereka kian percaya bahwa Yong-go adalah orang yang tidak bersalah dan mereka ingin membantu membalikkan putusan di pengadilan ulang Yong-go.

Share this article

Comments

comments